Masih dengan wajah menyebalkan makhluk menjijikkan itu tersenyum padaku, "Duduklah akan aku ceritakan kepadamu tentang dirinya.." Aku meutuskan untuk duduk disebelah makhluk menjijikkan itu, menanti sebuah obrolan intens yang sepertinya tak lama lagi akan terjadi.
"Makhluk kecil itu sangat bodoh.."
"Apa maksudmu dia bodoh? Dia terluka! Teman macam apa kau yang bertindak seperti ini?"
"Tolong, jangan meyela ketia aku sedang berbicara!"
Sontak mulutku terkunci, rapat. Kini aku hanya akan mendengarkannya.
"Bukan aku tidah pernah menasihatinya, aku peduli padanya. Kenapa dia begitu bodoh?"
Aku masih terduduk dengan mata terkejap, berusaha mencerna dengan frasa demi frasa kalimatnya.
"Beberapa saat yang lalu, dia terjatuh di sudut sana..." Makhuk itu menunjuk sebuah kotak.
Aku mengernyitkan dahi, kotak merah muda itu?
"Ya, disitu. Aku tau, dia adalah makhluk yang lemah. dia tidak bisa berdiri sendiri. Dia pincang!"
Pincang? Makhluk bodoh, jelas saja kakinya sudah patah dan dia tak bisa berjalan.
"Tapi....dia memaksakan diri untuk terus berlari, setelah ia terjatuh. Walaupun tahu ia tidak bisa berlari, ia tetap mencoba mengejar bayangan itu. Dia berlari, berjalan, terseok, hingga merangkak demi mengejar bayangan itu. Bayangan yang sangat ia cintai!"
Aku mengangguk. Hey, sesungguhnya siapa yg bodoh? Aku sungguh tak mengerti.
"Iya, perjuangannya sangat berat. Aku bukan hanya sekali memang melihatnya begini, tapi baru kali ini aku melihat ia benar-benar berjuang untuk...."
Untuk apa??
"Untuk mempertahan bayangan tercintanya." Makhluk itu tersenyum dan ia melihat wajahku "Aku ingat betul bagaimana air mukanya ketika bertemu dengan bayangan itu. Dia amat manis, cantik dan bercahaya."
Begitukah? Seindah itu?
"Sampai akhirnya, sesuatu terjadi pada bayangan itu.."
Aku membesarkan mataku. Apa yang terjadi?
"Dia.... kini dimiliki yang lain. Menyakitkan."
Cerita klasik. Sungguh klasik, kenapa makhluk bodoh itu mempertahankan bayangan itu?
"Aku tahu dia sungguh bodoh. Bahkan, kami sempat bertengkar hebat tentang masalah ini. Aku menentang dia melanjutkan ini, tapi dia tidak mau untuk melepas bayangan itu.."
Aku tidak mengerti..
"Tapi, dia tetap bertahan! Dia berkata, meskipun ia terluka ia tidak akan pernah menyesali keputusannya."
Kenapa?
"Dia bilang....... bayangan itu adalah salah satu pilihannya. Dia memang tidak bisa berbuat apapun. Jadi, dia hanya akan bertahan. Kenapa? Karena kita tidak tahu masa depan, semua bisa terjadi."
.......
"Bagaimana menurutmu? Bodoh, bukan?" Tanya makhluk menjijikkan itu
Aku tersenyum sinis dan segera berdiri "Tidak, Kau yang bodoh!"
-to be continued-
0 komentar:
Posting Komentar