Senin, 15 Juli 2013

kejujuran yang terbisu #3

Diposting oleh Indra Ayu Fatmala di 12.31 2 komentar
Aku berlari ketempat tadi, aku mendatangi makhluk kecil itu. Ah makhluk kecil yang malang, bertahanlah! Aku sekarang tahu apa yang harus aku lakukan untukmu! Aku terus berlari ketempat yang tadi, tapi nihil. Makhluk kecil itu telah hilang... Aku terlambat!

"Hai, apa kau mecariku?" Suara itu..... Makhluk itu! Aku memutar badan dan mendapatinya sedang tersenyum dibawah pohon. Duduk dengan damai disana. Akupun mendekatinya.
"Kau sudah mendingan?" Tanyaku seraya duduk disebelahnya.
Makhluk itu mengangguk. "Jauh lebih baik dari sebelumnya.."
Aku  meluruskan kaki dan menatap makhluk kecil itu, "Tentang bayangan itu..."
Makhluk itu.. tersenyum? Astaga senyumnya manis sekali, dia memang terluka tapi dia manis ketika tersenyum. Makhluk menjijikkan itu ternyata benar.
"Jadi, siapa yang memberitahukan ini? Sahabatku diseberang sana?"
Makhluk kecil itu hanya tersenyum dan menghela napas "Menurutmu aku bodoh, hmm?"
"Ah.. Bukan.. Aku.."
"Izinkan aku menyelesaikannya.." Potong makhluk itu.
"Iya, awalnya aku mengira aku ini memang bodoh. Aku memandang semua masalah ini dengan sebelah mata. Dengan kasat, bukan secara detail." Ia menghela napas kembali "Bagiku, Bayangan itu sangat berharga. Aku menyayanginya lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri. Lalu, untuk apa aku mengekang dia demi kebahagiaanku? Bukankah aku egois jika seperti itu?"
Aku mengangguk.
"Ya, jadi aku putuskan untuk merelakannya sementara ini. Biarlah dia berkelana dulu, dia butuh waktu aku yakin." Makhluk itu mendongakkan kepala dan menatap awan biru disela-sela rimbunnya dedaunan hijau. Luar biasa indah! "Lagipula, dia tidak meninggalkanku.."
Aku menatap lekat pada makhluk itu. Bagaimana tidak? Jelas-jelas dia bersama yg lain!
"Kau masih harus banyak belajar. Kau tidak tahu masa depan bukan? Cinta tak bisa kau dapatkan dengan paksaan. Cinta hanya bisa kau dapatkan dengan kelembutan."
"Lalu apa rencanamu?" Aku bingung menatap makhluk itu.
"Aku sama sekali tidak punya rencana.."
Aku mengerutkan dahi. Bagaimana bisa?
"Ya, hanya bersanding dengannya dalam suka dan dula, memberinya kenyamanan, memberinya ketentraman, merawatnya dengan kasih sayang dan setia kepadanya sebisa mungkin. Bukan hal sulit bukan?"
Aku lagi lagi mengangguk. Ah, benar sekali dia. Aku merasa malu padanya, dia seperti malaikat. Bagaimana bisa aku sempat berpikir bahwa dia bodoh?
Makhluk itu menatapku "Aku harap, suatu saat cinta dan keberuntungan memihak padaku.."
Ia tersenyum, dan ku balas dengan senyuman pula. Semoga beruntung, hati kecil yang rapuh :)
- end -

terimakasih untuk inspirator saya, masih inspirator yang sama.. kamu :)
sudut kotak merah muda, 15 Juli 2013.

kejujuran yang terbisu #2

Diposting oleh Indra Ayu Fatmala di 12.20 0 komentar
Masih dengan wajah menyebalkan makhluk menjijikkan itu tersenyum padaku, "Duduklah akan aku ceritakan kepadamu tentang dirinya.." Aku meutuskan untuk duduk disebelah makhluk menjijikkan itu, menanti sebuah obrolan intens yang sepertinya tak lama lagi akan terjadi.

"Makhluk kecil itu sangat bodoh.."
"Apa maksudmu dia bodoh? Dia terluka! Teman macam apa kau yang bertindak seperti ini?"
"Tolong, jangan meyela ketia aku sedang berbicara!"
Sontak mulutku terkunci, rapat. Kini aku hanya akan mendengarkannya.
"Bukan aku tidah pernah menasihatinya, aku peduli padanya. Kenapa dia begitu bodoh?"
Aku masih terduduk dengan mata terkejap, berusaha mencerna dengan frasa demi frasa kalimatnya.
"Beberapa saat yang lalu, dia terjatuh di sudut sana..." Makhuk itu menunjuk sebuah kotak.
Aku mengernyitkan dahi, kotak merah muda itu?
"Ya, disitu. Aku tau, dia adalah makhluk yang lemah. dia tidak bisa berdiri sendiri. Dia pincang!"
Pincang? Makhluk bodoh, jelas saja kakinya sudah patah dan dia tak bisa berjalan.
"Tapi....dia memaksakan diri untuk terus berlari, setelah ia terjatuh. Walaupun tahu ia tidak bisa berlari, ia tetap mencoba mengejar bayangan itu. Dia berlari, berjalan, terseok, hingga merangkak demi mengejar bayangan itu. Bayangan yang sangat ia cintai!"
Aku mengangguk. Hey, sesungguhnya siapa yg bodoh? Aku sungguh tak mengerti.
"Iya, perjuangannya sangat berat. Aku bukan hanya sekali memang melihatnya begini, tapi baru kali ini aku melihat ia benar-benar berjuang untuk...."
Untuk apa??
"Untuk mempertahan bayangan tercintanya." Makhluk itu tersenyum dan ia melihat wajahku "Aku ingat betul bagaimana air mukanya ketika bertemu dengan bayangan itu. Dia amat manis, cantik dan bercahaya."
Begitukah? Seindah itu?
"Sampai akhirnya, sesuatu terjadi pada bayangan itu.."
Aku membesarkan mataku. Apa yang terjadi?
"Dia.... kini dimiliki yang lain. Menyakitkan."
Cerita klasik. Sungguh klasik, kenapa makhluk bodoh itu mempertahankan bayangan itu?
"Aku tahu dia sungguh bodoh. Bahkan, kami sempat bertengkar hebat tentang masalah ini. Aku menentang dia melanjutkan ini, tapi dia tidak mau untuk melepas bayangan itu.."
Aku tidak mengerti..
"Tapi, dia tetap bertahan! Dia berkata, meskipun ia terluka ia tidak akan pernah menyesali keputusannya."
Kenapa?
"Dia bilang....... bayangan itu adalah salah satu pilihannya. Dia memang tidak bisa berbuat apapun. Jadi, dia hanya akan bertahan. Kenapa? Karena kita tidak tahu masa depan, semua bisa terjadi."
.......
"Bagaimana menurutmu? Bodoh, bukan?" Tanya makhluk menjijikkan itu
Aku tersenyum sinis dan segera berdiri "Tidak, Kau yang bodoh!"

-to be continued-

randomly

Diposting oleh Indra Ayu Fatmala di 10.58 0 komentar
Hampa kesal dan amarah seluruhnya ada dibenakku. Tandai seketika hati yang tak terbalas oleh cintamu. Kuingin marah, melampiaskan.. tapi ku hanyalah sendiri disini. Ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku kecewa.
~ BCL - Kecewa ~

***

Mengapa semua ini terjadi kepadaku? Tuhan, maafkan diri ini yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya. Namun, apalah daya ini? Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta, dia..
~ Rossa - Terlalu Cinta ~

***

Yang kumau ada dirimu tapi tak begini keadannya. Yang kumau, selalu denganmu..
~ Krisdayanti - Yang kumau ~

***

Sesungguhnya ku tak rela jika kau tetap bersama dirinya, hempaskan cinta yang kuberi. Semampunya kumencoba tetap setia mejaga segalanya, demi cinta yang tak pernah berakhir..
~ Kerispatih - Kejujuran Hati~

***

If we love somebody could we be this strong? I will fight to win, our love will conquer all. wouldn't risk my love, even just one night. Our love will stay in my heart..
~Acha ft. Irwansyah - My Heart~

***

Biarkan saja cerita ini, mendewasakan kau dan aku..
~Lyla - Akhir Cerita~

***

Terlalu cepat ku menyayangimu, tak cukup bercerita. Namun terlanjur ku mencintaimu, meski ku tak mengenalmu. Hingga akhirnya ku terjebak dalam kesalahanku tuk mencintaiku. Hingga kini aku tak mampu untuk melepas diriku, dan melupakanmu..
~Keyla - Terlalu Cepat Mencintaimu~

- end -

Jumat, 12 Juli 2013

kejujuran yang terbisu.

Diposting oleh Indra Ayu Fatmala di 10.37 0 komentar
Ketika itu aku masih terdiam memandangi langit kamarku. Pikiranku terbagi-bagi oleh banyak hal, terlampau banyak. Aku tidak mengerti apa yang ada didalam pikiranku saat ini, jika diibaratkan sebuah paragraf semua pikiran-pikiran itu seolah menjadi anak kalimat yg akan mengaju ke sebuah induk kalimat. Iya, induk kalimat itu hanya sebuah kata, kamu.

Baiklah aku tidak mengerti harus memulainya darimana, tapi kuharap kalian bisa memahami apa yang aku maksud. Ini ada sepotong cerita pagi saat matahari belum terbit. Waktu dimana matahari belum terbit adalah saat terbaik bagiku untuk merenung. Ya, merenung. Saat itu aku sedang menikmati sensasi bergelut dengan hati dan pikiranku. Luar biasa! Lebih dari segala apapun. Entah, aku rasa kalian sudah pernah merasakannya -hanya mungkin kalian tidak menyadarinya.

Esok itu, aku mendengar hati kecil ku menangis. Tangisannya lebih menyeramkan daripada tangisan orang histeris. Aku mendekati hati kecil itu. Kasihan sekali dia, banyak sekali luka didekitar tubuhnya. Ah, tidak apa ini hanyalah luka kecil, katanya. Aku selalu berpikir, luka kecil bagaimana? Lihat saja dirinya! Kakinya rapuh, tangannya tergores, badannya seperti tersabit pedang, matanya sudah membengkak lebih besar dari buah anggur. Hati itu tersenyum, tidak apa ini memang luka kecil, luka kecil yang setiap hari ditorehkan pada dirinya, desir hati itu. Ia terlalu rapuh, ia terlalu lemah, ia tidak berdaya! Ia menangis dihadapanku, kalian tahu bagaimana rasanya melihat makhluk kecil itu? Sakit! Akhirnya, setelah puas duduk mendengarkan tangisannya ia bercerita. Hati kecil itu mulanya hati kecil yang sangat periang dan ceria, dia tak pernah bersedih, menangis atau apapun. Tertawa adalah hidupnya. Hingga suatu saat ada yang membuatnya menjadi seperti ini. Aku bertanya padanya, apakah itu? Tapi dia hanya menangis, tak sanggup bicara. Lagi-lagi, aku duduk mendengarkan tangisannya.

Setelah beberapa menit berlalu, aku memutuskan untuk meninggalkannya. Tidak, aku bukan bermaksud jahat padanya. Aku rasa dia membutuhkan waktu, untuk menenangkan diri tentunya. Akhirnya aku menapakkan kakiku sedikit demi sedikit menjauhi makhluk rapuh itu. Sampai akhirnya....... aku bertemu dengan sebuah makhluk menjijikkan yang nampak seperti gumpalan mie, siapa dia? Aku mendekatinya, berbeda dengan makhluk rapuh tadi, makhluk menjijikkan ini tampak kuat dan sehat. Hanya saja, dia tampak banyak berpikir dan lbh sering diam. aku penasaran dengan makhluk itu, kudekati dia. Wajahnya tampak pucat ketika ia mendongak dan melihat wajahku. Aku menyamakan posisi dengan makhluk itu, bicara lebih mudah begitu bukan?

"Apa kau melihat kawanku?" Kata pertama yang dia ucapkan ketika melihat wajahku. Aku mengertukan dahi tanda tak paham. Ia mengerti, lalu ia tersenyum dan menjawab "Si kecil bodoh yang tampak menyedihkan.." Ah, aku mengerti.. makhluk kecil itu rupanya. Aku mentap matanya "memangnya ada apa dengannya?" si menjijikan itu hanya tersenyum kecil dan mentapku "Kau ingin aku menceritakannya padamu?"

-to be continued-

Kamis, 13 Juni 2013

sudut kotak merah muda.

Diposting oleh Indra Ayu Fatmala di 16.09 0 komentar
B-O-D-O-H, pernah melihat orang bodoh? Belum? Jangan khawatir, kalian tidak perlu mencari hingga ujung dunia. Lihat saja pemilik blog ini. Ya, aku pernah menjadi orang bodoh. Ah.. sedang bukan pernah. Menyakitkan memang bila aku mengenang semuanya. Ah! Bagaimana aku bisa sebodoh ini sebelumnya? Dimana aku yang dulu? Seorang yang tak berbeban, kini tak berbeda jauh dengan keledai.

Hal ini berawal ketika aku terjebak dalam bayang-bayang ilusi seseorang, terperangkap dalam jutaan imajinasi fiktf seluas samudera, dan tertinggal didalam sebuah lorong  kenyamanan semu yang membius.
Sore itu, aku merenung dalam sudut sebuah kotak merah muda ditemani rintik-rintik suara hujan. Aku terdiam, duduk menatap hujan sambil memeluk kakiku sendiri. Hujanpun seolah tak sudi melihat butiran air yang nampaknya hendak menyaingi derasnya ia turun. Aku masih terdiam, hanya memandangi keramik putih yang tidak berdosa itu. Hujan membuatku teringat kepada seseorang, memang ia tak pernah gagal dalam hal itu. Dan, ia menang.

Aku tahu, aku tak pernah melihatnya secara nyata. Aku tahu, aku belum pernah menyentuh wajahnya. Akupun tahu, aku juga belum pernah melihat senyum indahnya. Ya, aku tahu semua itu. Tapi jangan salahkan aku dengan hal ini, kumohon.. Hal apa? suatu hal yang membuat aku menjadi bodoh seperti sekarang ini. 

Dia datang..... seperti angin bertiup dipantai. Aku memang tak dapat melihatya, tapi aku dapat merasakannya. Sebuah angin besar bertiup kencang yang sudah membuatku jatuh, jatuh kepadanya. Jatuh terpungkur kedalam jurang curam dalam sehingga sulit bagiku untuk keluar. Aku tidak tahu apakah aku mengerti  tentang apa yang aku bicarakan, tapi setidaknya begitulah yang aku rasakan.

Aku merasakannya. Ya, aku merasakannya! Oh Tuhan, apa yang sesungguhnya terjadi kepadaku? Aku selalu menghabiskan waktu untuk memikirkannya. Aku kerahkankan seluruh kekuatanku untuk bertahan padanya. Aku habiskan seluruh kesabaranku demi hubungan kami. Aku.... bahkan telah membuat muara di bola mataku kering sehingga airnya tidak bisa menetes lagi. Aku melakukan semuanya untuknya. Hanya dia.

Hingga suatu saat aku sadar betapa bodohnya caraku menyayanginya. Hey! Bangun! Tidakkah kau lihat dia bagaikan seorang raja? Dia kelilingi banyak wanita cantik, yang tentu saja lebih cantik darimu. Apa yang kau pikirkan, hah? Kau ingin membuatnya menjadi milikmu? Kau ingin menyaingi wanita-wanita cantik itu? Punya apa kau? Bodoh! Kau benar-benar wanita bodoh! Tak tahu diri! Apakah kau tak punya kaca dirumah, begitu? Lihat siapa dirimu! Lihat baik-baik! Kaca tak pernah berbohong kepada siapapun.

Maafkan aku, aku tak menepati janji untuk tidak menangis kecuali dipundakmu. Maafkan aku tidak menepati janji untuk selalu tersenyum karena itu yang membuatmu bahagia. Maafkan aku tidak menepati janji untuk tidak merendahkan diri sendiri karena itu membuatmu marah. Dan maaf.... aku telah cemburu meski aku hanya sebuah butiran pasir yang tidak berguna untukmu. Aku sudah diluar batas, keterlaluan. Aku hanya bayang ilusi bagimu, bukan sebuah bentuk nyata yang berhak medapatkan itu. Maafkan aku untuk semuanya.

Jangan khawatir, aku akan berusaha untuk tetap berada disampingmu. Kita tidak tahu masa depan bukan? Aku hanya menganggap ini sebuah pijakan untuk menjadi dewasa. Pijakan untukku.. yang tak lama lagi akan memasuki usia kepala dua. Aku tidak berharap apapun darimu, sungguh. Aku hanya berharap, jadilah yang terbaik bagi dirimu sendiri. Suatu saat jika kau butuh tempat kembali, aku ada disini untuk memelukmu dalam ketenangan, dalam kesejukan, dan dalam kesetiaan.
Terimakasih untuk semuanya :)


sudut kotak merah muda, 13 Juni 2013.
terimakasih untuk inspirasi cerita indah ini, R :)


Senin, 11 Maret 2013

Someday....

Diposting oleh Indra Ayu Fatmala di 13.03 0 komentar
Someday you're gonna realize
One day you'll see this through my eyes
By then I won't even be there
I'll be happy somewhere even if I cared
I know you don't really see my worth
You think you're the last guy on earth
Well I've got news for you
I know that I'm not that strong
But it won't take long, won't take long

Cause, someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
One day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, someday

Right now I know you can't tell
I'm down and I'm not doing well
But one day these tears, they will all run dry
I won't have to cry sweet goodbye

Cause, someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
Oh, one day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, I know someone's gonna be there

Someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
One day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, someday..

Sabtu, 02 Maret 2013

a little note to remember.

Diposting oleh Indra Ayu Fatmala di 23.55 0 komentar
Dulu, nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku kalau 'SMA N 11 Yogyakarta' akan terpampang mentereng di formulir pendaftaran SMA yang (kurang lebih) tiga tahun lalu sedang aku pegang dengan tangan gemetar. Ya, sekali lagi tidak pernah. Tapi dengan besar hati aku mantapkan pilihan dan akhirnya...... seperti yang kalian lihat, masih ceria dan bernafas sebagai siswi tingkat akhir SMA N 11 Yogyakarta, sekolah kebanggaan ♥

Kalau aku diminta cerita tentang pengalaman selama tiga tahun di SMA, mungkin butuh jutaan posting untuk bisa tuntas bercerita. Hey, ini serius. Terlalu banyak pengalaman berharga yang aku dapat selama masa SMA ini, masa yang orang-orang bilang sebagai masa paling indah.

Apa sih indahnya masa SMA? Indah banget! Yah, over all aku menikmati masa SMA-ku dengan baik. Aku mempunyai banyak teman, ikut aktif dalam beberapa ekskul, belajar berorganisasi, dan tidak lupa belajar untuk bersaing dalam bidang akademik.
Selama SMA, kamu juga bisa mengembangkan minat dan bakat kamu sebaik mungkin. Seperti aku misalnya.. Aku anaknya ekspresif sekali dalam segala hal, tapi aku nggak mungkin menyalurkan ke ekspresifanku anytime and anywhere. Karena itu, aku memilih ikut ekskul teater saat itu dan alhamdulilah aku mendapatkan kesempatan buat memainkan peran disalah satu pentas tunggal tahunan. Sebuah kebanggan tersendiri yang akan menjadi kenangan manis buat aku ceritakan ke anak-cucuku kelak.

SMA tanpa kisah percintaan? Bagai taman tak berbunga. Aku nggak bakalan munafik tentang masalah ini, tentu saja sebagai remaja normal yang memasuki masa puber, tertarik dengan lawan jenis adalah hal biasa. Pengalaman menjadi secret admirer yang tidak jelas statusnya dan tidak diakui keberadaannya akan menjadi kenangan terindahku juga pastinya. Admiring siapa nih? Rahasia dong. Yang jelas sejelek apapun sifat dia yang terungkap aku ga akan menyesal karena dia sudah menjadi pilihanku ♥ (curhat dikit, haha.)

Satu lagi yang gak akan terlupakan adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang telah bersedia meneteskan peluhnya demi membimbing muridnya yang terkadang melalaikannya. Betul sekali, Bapak dan Ibu Guru saya tercinta. Ingatlah Bapak Ibu Guru, saya berjanji suatu saat ilmu yang telah kalian curahkan dengan susah payah akan saya gunakan sebaik-baiknya. Semuanya, tanpa terkecuali.

Nah, mulai dari hal-hal kecil yang aku dapatkan, aku bisa merasa sikap dan pikiranku berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku juga berharap, kelak dengan bangga akan membawa nama baik sekolah kebanggaanku ini di mata dunia.

a simple little things as a wonderful big memories.
a little note to remember.

Senin, 07 Januari 2013

usaha.

Diposting oleh Indra Ayu Fatmala di 22.02 0 komentar
jujur aja aku paling gak suka sama orang yang gak mau berusaha. cari informasi misalnya, kamu dengan enak interogasi aku padahal akunya sendiri juga lg dlm kondisi capek, kesel, sama emosi. ngotot bgt pula yg tanya. kenapa ga kamu nyari info sendiri? apa alesan kamu? "jauh  bgt tau sebenarnya, aku males." HELLO? situ rumahnya kan juga ga seberapa jauh. rumahku dimana mikir coba, gtu juga tak relain gimana caranya buat dapet info demi masa depanku. kalo kamu mau nyari info gtu aja males maunya tinggal enak, mending gausah kerja aja gimana? masa depan situ aja situ sendiri males ngurusin. ya gimana mau maju kalo gak mau gerak?
Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 15 Juli 2013

kejujuran yang terbisu #3

Aku berlari ketempat tadi, aku mendatangi makhluk kecil itu. Ah makhluk kecil yang malang, bertahanlah! Aku sekarang tahu apa yang harus aku lakukan untukmu! Aku terus berlari ketempat yang tadi, tapi nihil. Makhluk kecil itu telah hilang... Aku terlambat!

"Hai, apa kau mecariku?" Suara itu..... Makhluk itu! Aku memutar badan dan mendapatinya sedang tersenyum dibawah pohon. Duduk dengan damai disana. Akupun mendekatinya.
"Kau sudah mendingan?" Tanyaku seraya duduk disebelahnya.
Makhluk itu mengangguk. "Jauh lebih baik dari sebelumnya.."
Aku  meluruskan kaki dan menatap makhluk kecil itu, "Tentang bayangan itu..."
Makhluk itu.. tersenyum? Astaga senyumnya manis sekali, dia memang terluka tapi dia manis ketika tersenyum. Makhluk menjijikkan itu ternyata benar.
"Jadi, siapa yang memberitahukan ini? Sahabatku diseberang sana?"
Makhluk kecil itu hanya tersenyum dan menghela napas "Menurutmu aku bodoh, hmm?"
"Ah.. Bukan.. Aku.."
"Izinkan aku menyelesaikannya.." Potong makhluk itu.
"Iya, awalnya aku mengira aku ini memang bodoh. Aku memandang semua masalah ini dengan sebelah mata. Dengan kasat, bukan secara detail." Ia menghela napas kembali "Bagiku, Bayangan itu sangat berharga. Aku menyayanginya lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri. Lalu, untuk apa aku mengekang dia demi kebahagiaanku? Bukankah aku egois jika seperti itu?"
Aku mengangguk.
"Ya, jadi aku putuskan untuk merelakannya sementara ini. Biarlah dia berkelana dulu, dia butuh waktu aku yakin." Makhluk itu mendongakkan kepala dan menatap awan biru disela-sela rimbunnya dedaunan hijau. Luar biasa indah! "Lagipula, dia tidak meninggalkanku.."
Aku menatap lekat pada makhluk itu. Bagaimana tidak? Jelas-jelas dia bersama yg lain!
"Kau masih harus banyak belajar. Kau tidak tahu masa depan bukan? Cinta tak bisa kau dapatkan dengan paksaan. Cinta hanya bisa kau dapatkan dengan kelembutan."
"Lalu apa rencanamu?" Aku bingung menatap makhluk itu.
"Aku sama sekali tidak punya rencana.."
Aku mengerutkan dahi. Bagaimana bisa?
"Ya, hanya bersanding dengannya dalam suka dan dula, memberinya kenyamanan, memberinya ketentraman, merawatnya dengan kasih sayang dan setia kepadanya sebisa mungkin. Bukan hal sulit bukan?"
Aku lagi lagi mengangguk. Ah, benar sekali dia. Aku merasa malu padanya, dia seperti malaikat. Bagaimana bisa aku sempat berpikir bahwa dia bodoh?
Makhluk itu menatapku "Aku harap, suatu saat cinta dan keberuntungan memihak padaku.."
Ia tersenyum, dan ku balas dengan senyuman pula. Semoga beruntung, hati kecil yang rapuh :)
- end -

terimakasih untuk inspirator saya, masih inspirator yang sama.. kamu :)
sudut kotak merah muda, 15 Juli 2013.

kejujuran yang terbisu #2

Masih dengan wajah menyebalkan makhluk menjijikkan itu tersenyum padaku, "Duduklah akan aku ceritakan kepadamu tentang dirinya.." Aku meutuskan untuk duduk disebelah makhluk menjijikkan itu, menanti sebuah obrolan intens yang sepertinya tak lama lagi akan terjadi.

"Makhluk kecil itu sangat bodoh.."
"Apa maksudmu dia bodoh? Dia terluka! Teman macam apa kau yang bertindak seperti ini?"
"Tolong, jangan meyela ketia aku sedang berbicara!"
Sontak mulutku terkunci, rapat. Kini aku hanya akan mendengarkannya.
"Bukan aku tidah pernah menasihatinya, aku peduli padanya. Kenapa dia begitu bodoh?"
Aku masih terduduk dengan mata terkejap, berusaha mencerna dengan frasa demi frasa kalimatnya.
"Beberapa saat yang lalu, dia terjatuh di sudut sana..." Makhuk itu menunjuk sebuah kotak.
Aku mengernyitkan dahi, kotak merah muda itu?
"Ya, disitu. Aku tau, dia adalah makhluk yang lemah. dia tidak bisa berdiri sendiri. Dia pincang!"
Pincang? Makhluk bodoh, jelas saja kakinya sudah patah dan dia tak bisa berjalan.
"Tapi....dia memaksakan diri untuk terus berlari, setelah ia terjatuh. Walaupun tahu ia tidak bisa berlari, ia tetap mencoba mengejar bayangan itu. Dia berlari, berjalan, terseok, hingga merangkak demi mengejar bayangan itu. Bayangan yang sangat ia cintai!"
Aku mengangguk. Hey, sesungguhnya siapa yg bodoh? Aku sungguh tak mengerti.
"Iya, perjuangannya sangat berat. Aku bukan hanya sekali memang melihatnya begini, tapi baru kali ini aku melihat ia benar-benar berjuang untuk...."
Untuk apa??
"Untuk mempertahan bayangan tercintanya." Makhluk itu tersenyum dan ia melihat wajahku "Aku ingat betul bagaimana air mukanya ketika bertemu dengan bayangan itu. Dia amat manis, cantik dan bercahaya."
Begitukah? Seindah itu?
"Sampai akhirnya, sesuatu terjadi pada bayangan itu.."
Aku membesarkan mataku. Apa yang terjadi?
"Dia.... kini dimiliki yang lain. Menyakitkan."
Cerita klasik. Sungguh klasik, kenapa makhluk bodoh itu mempertahankan bayangan itu?
"Aku tahu dia sungguh bodoh. Bahkan, kami sempat bertengkar hebat tentang masalah ini. Aku menentang dia melanjutkan ini, tapi dia tidak mau untuk melepas bayangan itu.."
Aku tidak mengerti..
"Tapi, dia tetap bertahan! Dia berkata, meskipun ia terluka ia tidak akan pernah menyesali keputusannya."
Kenapa?
"Dia bilang....... bayangan itu adalah salah satu pilihannya. Dia memang tidak bisa berbuat apapun. Jadi, dia hanya akan bertahan. Kenapa? Karena kita tidak tahu masa depan, semua bisa terjadi."
.......
"Bagaimana menurutmu? Bodoh, bukan?" Tanya makhluk menjijikkan itu
Aku tersenyum sinis dan segera berdiri "Tidak, Kau yang bodoh!"

-to be continued-

randomly

Hampa kesal dan amarah seluruhnya ada dibenakku. Tandai seketika hati yang tak terbalas oleh cintamu. Kuingin marah, melampiaskan.. tapi ku hanyalah sendiri disini. Ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku kecewa.
~ BCL - Kecewa ~

***

Mengapa semua ini terjadi kepadaku? Tuhan, maafkan diri ini yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya. Namun, apalah daya ini? Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta, dia..
~ Rossa - Terlalu Cinta ~

***

Yang kumau ada dirimu tapi tak begini keadannya. Yang kumau, selalu denganmu..
~ Krisdayanti - Yang kumau ~

***

Sesungguhnya ku tak rela jika kau tetap bersama dirinya, hempaskan cinta yang kuberi. Semampunya kumencoba tetap setia mejaga segalanya, demi cinta yang tak pernah berakhir..
~ Kerispatih - Kejujuran Hati~

***

If we love somebody could we be this strong? I will fight to win, our love will conquer all. wouldn't risk my love, even just one night. Our love will stay in my heart..
~Acha ft. Irwansyah - My Heart~

***

Biarkan saja cerita ini, mendewasakan kau dan aku..
~Lyla - Akhir Cerita~

***

Terlalu cepat ku menyayangimu, tak cukup bercerita. Namun terlanjur ku mencintaimu, meski ku tak mengenalmu. Hingga akhirnya ku terjebak dalam kesalahanku tuk mencintaiku. Hingga kini aku tak mampu untuk melepas diriku, dan melupakanmu..
~Keyla - Terlalu Cepat Mencintaimu~

- end -

Jumat, 12 Juli 2013

kejujuran yang terbisu.

Ketika itu aku masih terdiam memandangi langit kamarku. Pikiranku terbagi-bagi oleh banyak hal, terlampau banyak. Aku tidak mengerti apa yang ada didalam pikiranku saat ini, jika diibaratkan sebuah paragraf semua pikiran-pikiran itu seolah menjadi anak kalimat yg akan mengaju ke sebuah induk kalimat. Iya, induk kalimat itu hanya sebuah kata, kamu.

Baiklah aku tidak mengerti harus memulainya darimana, tapi kuharap kalian bisa memahami apa yang aku maksud. Ini ada sepotong cerita pagi saat matahari belum terbit. Waktu dimana matahari belum terbit adalah saat terbaik bagiku untuk merenung. Ya, merenung. Saat itu aku sedang menikmati sensasi bergelut dengan hati dan pikiranku. Luar biasa! Lebih dari segala apapun. Entah, aku rasa kalian sudah pernah merasakannya -hanya mungkin kalian tidak menyadarinya.

Esok itu, aku mendengar hati kecil ku menangis. Tangisannya lebih menyeramkan daripada tangisan orang histeris. Aku mendekati hati kecil itu. Kasihan sekali dia, banyak sekali luka didekitar tubuhnya. Ah, tidak apa ini hanyalah luka kecil, katanya. Aku selalu berpikir, luka kecil bagaimana? Lihat saja dirinya! Kakinya rapuh, tangannya tergores, badannya seperti tersabit pedang, matanya sudah membengkak lebih besar dari buah anggur. Hati itu tersenyum, tidak apa ini memang luka kecil, luka kecil yang setiap hari ditorehkan pada dirinya, desir hati itu. Ia terlalu rapuh, ia terlalu lemah, ia tidak berdaya! Ia menangis dihadapanku, kalian tahu bagaimana rasanya melihat makhluk kecil itu? Sakit! Akhirnya, setelah puas duduk mendengarkan tangisannya ia bercerita. Hati kecil itu mulanya hati kecil yang sangat periang dan ceria, dia tak pernah bersedih, menangis atau apapun. Tertawa adalah hidupnya. Hingga suatu saat ada yang membuatnya menjadi seperti ini. Aku bertanya padanya, apakah itu? Tapi dia hanya menangis, tak sanggup bicara. Lagi-lagi, aku duduk mendengarkan tangisannya.

Setelah beberapa menit berlalu, aku memutuskan untuk meninggalkannya. Tidak, aku bukan bermaksud jahat padanya. Aku rasa dia membutuhkan waktu, untuk menenangkan diri tentunya. Akhirnya aku menapakkan kakiku sedikit demi sedikit menjauhi makhluk rapuh itu. Sampai akhirnya....... aku bertemu dengan sebuah makhluk menjijikkan yang nampak seperti gumpalan mie, siapa dia? Aku mendekatinya, berbeda dengan makhluk rapuh tadi, makhluk menjijikkan ini tampak kuat dan sehat. Hanya saja, dia tampak banyak berpikir dan lbh sering diam. aku penasaran dengan makhluk itu, kudekati dia. Wajahnya tampak pucat ketika ia mendongak dan melihat wajahku. Aku menyamakan posisi dengan makhluk itu, bicara lebih mudah begitu bukan?

"Apa kau melihat kawanku?" Kata pertama yang dia ucapkan ketika melihat wajahku. Aku mengertukan dahi tanda tak paham. Ia mengerti, lalu ia tersenyum dan menjawab "Si kecil bodoh yang tampak menyedihkan.." Ah, aku mengerti.. makhluk kecil itu rupanya. Aku mentap matanya "memangnya ada apa dengannya?" si menjijikan itu hanya tersenyum kecil dan mentapku "Kau ingin aku menceritakannya padamu?"

-to be continued-

Kamis, 13 Juni 2013

sudut kotak merah muda.

B-O-D-O-H, pernah melihat orang bodoh? Belum? Jangan khawatir, kalian tidak perlu mencari hingga ujung dunia. Lihat saja pemilik blog ini. Ya, aku pernah menjadi orang bodoh. Ah.. sedang bukan pernah. Menyakitkan memang bila aku mengenang semuanya. Ah! Bagaimana aku bisa sebodoh ini sebelumnya? Dimana aku yang dulu? Seorang yang tak berbeban, kini tak berbeda jauh dengan keledai.

Hal ini berawal ketika aku terjebak dalam bayang-bayang ilusi seseorang, terperangkap dalam jutaan imajinasi fiktf seluas samudera, dan tertinggal didalam sebuah lorong  kenyamanan semu yang membius.
Sore itu, aku merenung dalam sudut sebuah kotak merah muda ditemani rintik-rintik suara hujan. Aku terdiam, duduk menatap hujan sambil memeluk kakiku sendiri. Hujanpun seolah tak sudi melihat butiran air yang nampaknya hendak menyaingi derasnya ia turun. Aku masih terdiam, hanya memandangi keramik putih yang tidak berdosa itu. Hujan membuatku teringat kepada seseorang, memang ia tak pernah gagal dalam hal itu. Dan, ia menang.

Aku tahu, aku tak pernah melihatnya secara nyata. Aku tahu, aku belum pernah menyentuh wajahnya. Akupun tahu, aku juga belum pernah melihat senyum indahnya. Ya, aku tahu semua itu. Tapi jangan salahkan aku dengan hal ini, kumohon.. Hal apa? suatu hal yang membuat aku menjadi bodoh seperti sekarang ini. 

Dia datang..... seperti angin bertiup dipantai. Aku memang tak dapat melihatya, tapi aku dapat merasakannya. Sebuah angin besar bertiup kencang yang sudah membuatku jatuh, jatuh kepadanya. Jatuh terpungkur kedalam jurang curam dalam sehingga sulit bagiku untuk keluar. Aku tidak tahu apakah aku mengerti  tentang apa yang aku bicarakan, tapi setidaknya begitulah yang aku rasakan.

Aku merasakannya. Ya, aku merasakannya! Oh Tuhan, apa yang sesungguhnya terjadi kepadaku? Aku selalu menghabiskan waktu untuk memikirkannya. Aku kerahkankan seluruh kekuatanku untuk bertahan padanya. Aku habiskan seluruh kesabaranku demi hubungan kami. Aku.... bahkan telah membuat muara di bola mataku kering sehingga airnya tidak bisa menetes lagi. Aku melakukan semuanya untuknya. Hanya dia.

Hingga suatu saat aku sadar betapa bodohnya caraku menyayanginya. Hey! Bangun! Tidakkah kau lihat dia bagaikan seorang raja? Dia kelilingi banyak wanita cantik, yang tentu saja lebih cantik darimu. Apa yang kau pikirkan, hah? Kau ingin membuatnya menjadi milikmu? Kau ingin menyaingi wanita-wanita cantik itu? Punya apa kau? Bodoh! Kau benar-benar wanita bodoh! Tak tahu diri! Apakah kau tak punya kaca dirumah, begitu? Lihat siapa dirimu! Lihat baik-baik! Kaca tak pernah berbohong kepada siapapun.

Maafkan aku, aku tak menepati janji untuk tidak menangis kecuali dipundakmu. Maafkan aku tidak menepati janji untuk selalu tersenyum karena itu yang membuatmu bahagia. Maafkan aku tidak menepati janji untuk tidak merendahkan diri sendiri karena itu membuatmu marah. Dan maaf.... aku telah cemburu meski aku hanya sebuah butiran pasir yang tidak berguna untukmu. Aku sudah diluar batas, keterlaluan. Aku hanya bayang ilusi bagimu, bukan sebuah bentuk nyata yang berhak medapatkan itu. Maafkan aku untuk semuanya.

Jangan khawatir, aku akan berusaha untuk tetap berada disampingmu. Kita tidak tahu masa depan bukan? Aku hanya menganggap ini sebuah pijakan untuk menjadi dewasa. Pijakan untukku.. yang tak lama lagi akan memasuki usia kepala dua. Aku tidak berharap apapun darimu, sungguh. Aku hanya berharap, jadilah yang terbaik bagi dirimu sendiri. Suatu saat jika kau butuh tempat kembali, aku ada disini untuk memelukmu dalam ketenangan, dalam kesejukan, dan dalam kesetiaan.
Terimakasih untuk semuanya :)


sudut kotak merah muda, 13 Juni 2013.
terimakasih untuk inspirasi cerita indah ini, R :)


Senin, 11 Maret 2013

Someday....

Someday you're gonna realize
One day you'll see this through my eyes
By then I won't even be there
I'll be happy somewhere even if I cared
I know you don't really see my worth
You think you're the last guy on earth
Well I've got news for you
I know that I'm not that strong
But it won't take long, won't take long

Cause, someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
One day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, someday

Right now I know you can't tell
I'm down and I'm not doing well
But one day these tears, they will all run dry
I won't have to cry sweet goodbye

Cause, someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
Oh, one day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, I know someone's gonna be there

Someday someone's gonna love me
The way I wanted you to need me
Someday someone's gonna take your place
One day I'll forget about you
You'll see I won't even miss you
Someday, someday..

Sabtu, 02 Maret 2013

a little note to remember.

Dulu, nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku kalau 'SMA N 11 Yogyakarta' akan terpampang mentereng di formulir pendaftaran SMA yang (kurang lebih) tiga tahun lalu sedang aku pegang dengan tangan gemetar. Ya, sekali lagi tidak pernah. Tapi dengan besar hati aku mantapkan pilihan dan akhirnya...... seperti yang kalian lihat, masih ceria dan bernafas sebagai siswi tingkat akhir SMA N 11 Yogyakarta, sekolah kebanggaan ♥

Kalau aku diminta cerita tentang pengalaman selama tiga tahun di SMA, mungkin butuh jutaan posting untuk bisa tuntas bercerita. Hey, ini serius. Terlalu banyak pengalaman berharga yang aku dapat selama masa SMA ini, masa yang orang-orang bilang sebagai masa paling indah.

Apa sih indahnya masa SMA? Indah banget! Yah, over all aku menikmati masa SMA-ku dengan baik. Aku mempunyai banyak teman, ikut aktif dalam beberapa ekskul, belajar berorganisasi, dan tidak lupa belajar untuk bersaing dalam bidang akademik.
Selama SMA, kamu juga bisa mengembangkan minat dan bakat kamu sebaik mungkin. Seperti aku misalnya.. Aku anaknya ekspresif sekali dalam segala hal, tapi aku nggak mungkin menyalurkan ke ekspresifanku anytime and anywhere. Karena itu, aku memilih ikut ekskul teater saat itu dan alhamdulilah aku mendapatkan kesempatan buat memainkan peran disalah satu pentas tunggal tahunan. Sebuah kebanggan tersendiri yang akan menjadi kenangan manis buat aku ceritakan ke anak-cucuku kelak.

SMA tanpa kisah percintaan? Bagai taman tak berbunga. Aku nggak bakalan munafik tentang masalah ini, tentu saja sebagai remaja normal yang memasuki masa puber, tertarik dengan lawan jenis adalah hal biasa. Pengalaman menjadi secret admirer yang tidak jelas statusnya dan tidak diakui keberadaannya akan menjadi kenangan terindahku juga pastinya. Admiring siapa nih? Rahasia dong. Yang jelas sejelek apapun sifat dia yang terungkap aku ga akan menyesal karena dia sudah menjadi pilihanku ♥ (curhat dikit, haha.)

Satu lagi yang gak akan terlupakan adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang telah bersedia meneteskan peluhnya demi membimbing muridnya yang terkadang melalaikannya. Betul sekali, Bapak dan Ibu Guru saya tercinta. Ingatlah Bapak Ibu Guru, saya berjanji suatu saat ilmu yang telah kalian curahkan dengan susah payah akan saya gunakan sebaik-baiknya. Semuanya, tanpa terkecuali.

Nah, mulai dari hal-hal kecil yang aku dapatkan, aku bisa merasa sikap dan pikiranku berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku juga berharap, kelak dengan bangga akan membawa nama baik sekolah kebanggaanku ini di mata dunia.

a simple little things as a wonderful big memories.
a little note to remember.

Senin, 07 Januari 2013

usaha.

jujur aja aku paling gak suka sama orang yang gak mau berusaha. cari informasi misalnya, kamu dengan enak interogasi aku padahal akunya sendiri juga lg dlm kondisi capek, kesel, sama emosi. ngotot bgt pula yg tanya. kenapa ga kamu nyari info sendiri? apa alesan kamu? "jauh  bgt tau sebenarnya, aku males." HELLO? situ rumahnya kan juga ga seberapa jauh. rumahku dimana mikir coba, gtu juga tak relain gimana caranya buat dapet info demi masa depanku. kalo kamu mau nyari info gtu aja males maunya tinggal enak, mending gausah kerja aja gimana? masa depan situ aja situ sendiri males ngurusin. ya gimana mau maju kalo gak mau gerak?
Published with Blogger-droid v2.0.6
 

LOVEPUCCINO ♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea

Happy Cat Kaoani